Sejarah

Jurusan Pendidikan Teknik Sipil adalah salah satu jurusan yang berada dibawah Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan , Universitas Pendidikan Indonesia. Lembaga ini memiliki perjalanan sejarah dalam perkembangannya dari awal terbentuknya sampai saat sekarang ini sebagai berikut ,

Era FKIT IKIP Bandung ( tahun 1963-1983)

Pada awalnya (tahun 1958) Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur FKIT adalah merupakan lembaga pendidikan “kursus B1 teknik“ untuk program peningkatan mutu guru STM dan SGPT. Pada Tahun 1961 kursus B1 teknik diintegrasikan ke FKIP-B / teknik Universitas Pajajaran, dan selanjutnya tahun 1963 FKIP-A dan FKIP-B1/teknik,dan Institut Pendidikan Guru (IPG) digabung menjadi IKIP Bandung, yaitu berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1963 tertanggal 3 Januari 1963.

Dari FKIP-B teknik kemudian dipecah menjadi 2 (dua) Fakultas, yaitu Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE) dan Fakultas Keguruan Ilmu Teknik (FKIT). Pada Fakultas Keguruan Ilmu Teknik (FKIT) dikembangkan/dibuka Jurusan Pendidikan Teknik Sipil, Jurusan Pendidikan Arsitektur, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin dan Jurusan Pendidikan Teknik Listrik.

Dengan demikian sejak tahun 1963 Jurusan Pendidikan Teknik Sipil telah eksis di bawah pembinaan Fakultas Keguruan Ilmu Teknik ( FKIT) IKIP Bandung.

Era FPTK IKIP Bandung ( tahun 1983 – 1993)

Dalam era ini Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur digabung menjadi satu Jurusan, yaitu Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan di bawah naungan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) IKIP Bandung yang memiliki satu program studi yaitu Program studi Pendidikan Teknik Bangunan Perubahan nama FKIT menjadi FPTK dan pengabungan kedua Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0174/0/1983, tanggal 14 Maret 1983, dan Surat Keputusan Rektor IKIP Bandung Nomor 6744/PT.25.R/Q/1983. Alasan pokok yang mendasari penggabungan Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Pendidikan Teknik Arsitektur hingga menjadi Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan tersebut di atas, antara lain karena orientasi Pendidikan di IKIP termasuk nama jurusan dan kurikulum, harus berorientasi pada rumpun mata ajaran pada jenjang pendidikan menengah. Dengan demikian FPTK harus berorientasi pada jurusan / rumpun spesifikasi bidang ketrampilan / keahlian bangunan di SMK. Selain itu juga untuk penyeragaman nama-nama Jurusan di lingkungan IKIP se-Indonesia, ini mengasumsikan bahwa penamaan Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan di FPTK merupakan pengembangan dari Jurusan Pendidikan Teknik Sipil yang ada pada era FKIT IKIP

Era Kurikulum Fleksibel ( tahun 1993 – 2005)

Untuk memenuhi tuntutan perkembangan masyarakat (pasar kerja) serta perkembangan Ilmu dan Teknologi, maka di FPTK IKIP Bandung dikembangkan Kurikulum fleksibel. Kurikulum Fleksibel ini juga dikembangkan dan diberlakukan di Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan, yaitu berdasarkan ketetapan Dirjen Pendidikan Tinggi tanggal 21 Agustus 1992 dan Surat Keputusan Rektor IKIP Bandung Nomor 0835/PT.25.H/1/1995 . Adapun maksud dari pemberlakuan kurikulum fleksibel tersebut antara lain bertujuan untuk menyiapkan lulusan agar memiliki kemampuan ganda sebagai berikut :

1. Mampu mengelola dan melaksanakan pendidikan teknologi dan kejuruan secara profesional yang menjadi kewenangan utama

2. Kemampuan untuk mengembangkan bidang ilmu dan teknologi (IPTEK) sebagai kewenangan kedua (tambahan)

Sebagai konsekwensi logis dari berlakunya kurikulum fleksibel tersebut , maka tujuan pembelajaran pada Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan dikembangkan agar dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, industri dan teknologi, serta berorientasi pada antisipasi berlakunya sistem akreditasi program studi di perguruan tinggi serta globalisasi. Oleh sebab itu Program studi Pendidikan Teknik Bangunan yang telah terlebih dahulu diberlakukan pada tahun 1983, maka sejak th 2001 pada Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan, Prodi Pendidikan Teknik bangunan (S1) mengalami pengembangan program studi menjadi:

1. Program studi Pendidikan Teknik Sipil (S1)

2. Program studi Pendidikan Arsitektur (S1)

dengan Kurikulum yang dirancang berpedoman pada Kurikulum Nasional Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur. Diharapkan dengan kurikulum fleksibel ini memungkinkan para lulusan Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan FPTK mampu melaksanakan tugas profesinya sebagai tenaga kependidikan, serta memiliki kemampuan mengembangkan bidang ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK) dalam masyarakat industri, bidang jasa property/Bangunan, jasa konstruksi dan jasa konsultan bidang Teknik Sipil dan Arsitektur. Dari mulai th 2001 mahasiswa di Prodi Pendidikan Teknik Bangunan dipecah berdasarkan peminatan/konsentrasi yang dijalaninya di Prodi Pendidikan Teknik Bangunan menjadi Mahasiswa di Prodi Pendidikan Teknik Sipil dan Mahasiswa di Prodi Pendidikan Teknik Arsitektur, sedangkan bagi Mahasiswa baru di Tahun 2001 sudah langsung di terima ke Prodi masing-masing yaitu Prodi Pendidikan Teknik sipil dan prodi pendidikan Teknik Arsitektur.

Sebagai catatan penting ,di tahun 1999 adalah Perguruan Tinggi IKIP Bandung diubah menjadi Universitas Pendidikan Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 124 tahun 1999 tertanggal 7 Oktober 1999. dan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2004. UPI diberi otonomi dan menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (PT BHMN)

Sejalan dengan perkembangannya di Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan pada Tahun 1999 diselenggarakan Program studi D3 Teknik Sipil dengan SK Dirjen Dikti Depdiknas No. 363/Dikti/Kep/1999. Kemudian di tahun 2000 dengan SK Dirjen Dikti Depdiknas No. 242/Dikti/Kep/2000 diselenggarakan Program D3 Teknik Perumahan. Penyelenggaraan jenjang diploma ini sebagai implementasi fungsi Widermandate UPI sebagai Perguruan tinggi yang turut membantu pemerintah dalam memenuhi penyediaan tenaga terampil pada jenjang Diploma.

Pada Tahun 2006 , dengan adanya tuntutan BAN PT bahwa setiap program studi harus dilakukan Akreditasi BAN PT, maka Prodi Pendidikan Teknik Bangunan yang telah menghasilkan lulusan dilakukan penilaian akreditasi dan mendapat Akreditasi program studi : B , dengan SK No: BAN PT. No. 09214/Ak-X-S1-017/IKBCKB/X/2006 , Berlaku 19 Oktober 2006 s/d 19 Oktober 2011.

Era FPTK UPI PT BHMN ( mulai tahun 2005 -2009 )

Perubahan status UPI menjadi sebuah corporate university berstatus BHMN membangkitkan tuntutan kesiapan untuk mampu memainkan peranan sebagai agen perubahan. Pada saat yang sama, Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan FPTK harus pula mampu memposisikan dirinya secara proporsional ke arah pengembangan bidang ilmu dan teknologi (IPTEK) kedalam batang tubuh keilmuannya (body of knowledge) , yaitu dari pendekatan yang berbasis pada rumpun spesifikasi keahlian dan ketrampilan bangunan di SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan ), kepada Jurusan yang berbasis pada pengembangan ilmu rekayasa engineering ,yaitu pendidikan teknik Sipil dan perencanaan secara universal , Seiring dengan semangat menjadikan UPI BHMN sebagai Universitas Pelopor dan Unggul di masa depan ( Leading and outstanding University ), maka memposisikan kembali Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan kedalam pemahaman batang tubuh keilmuannya ( body of knowledge ) adalah merupakan kebutuhan mendesak dan segera. Dengan demikian pada era UPI BHMN ini pengembangan keilmuan dan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK ), pengembangan dan pembinaan kelembagaan serta kerjasama dengan organisasi/assosisi profesi dapat ditingkatkan.

Maka di Tahun 2006, Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan dikembangkan menjadi dua jurusan yaitu Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dengan Ketetapan SK Rektor No. 8046/J.33/PP.03.02/2006 dan Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur dengan SK Rektor No. 8047/J.33/PP.03.02/2006.

Dimana Jurusan Pendidikan Teknik Sipil hanya membawahi Program studi :

1. Program Studi Pendidikan Teknik Sipil (S1)

2. Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (S1)

3. Program Studi Teknik Sipil (D3)

Sedangkan Program studi Pendidikan arsitektur membawahi prodi Pendidikan Teknik Arsitektur(S1) dan Prodi Teknik Perumahan (D3).

Sekarang Tahun 2010

Jurusan Pendidikan Teknik Sipil membuka penyelenggaraan Program Studi Baru yaitu Program studi Teknik Sipil (S1) berdasarkan Surat Keputusan Rektor UPI , No. 5345/H40/KL/2009, sehingga Jurusan Pendidikan Teknik Sipil membawahi empat program studi yaitu :

1. Program Studi Pendidikan Teknik Sipil (S1)

2. Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan (S1)

3. Program Studi Teknik Sipil (D3)

4. Program Studi Teknik Sipil (S1)

Program studi Teknik Sipil (S1) ini mulai menerima mahasiswa baru sebagai angkatan pertama di Th. Ajaran 2010. dan proses penerimaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UPI Th. 2010. Jumlah Mahasiswa di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil saat ini sebanyak 515 orang dimana pada Prodi Pendidikan Teknik Sipil memiliki jumlah mahasiswa 314 orang yang masih aktif dari angkatan 2004 s/d angkatan 2009. Prodi Pendidikan Teknik Bangunan (S1) memiliki jumlah mahasiswa 98 orang dari mulai angkatan 2007 s/d angkatan 2009, Prodi Teknik Sipil (D3) memiliki jumlah mahasiswa 103 orang yang masih aktif dari mulai angkatan 2004 s/d angkatan 2009.