Pentingnya Eskalasi/Penyesuaian Harga

ABSTRAK

Ekskalasi dalam pelaksanaan suatu proyek merupakan penyesuaian harga melalui amandemen kontrak. Eskalasi di beberapa negara berkisar antara 5% sampa 15%. Di Negara Bagian Tennessee, kerugian yang ditanggung kontraktor 5%. Untuk Negara Bagian New Mexico nilai eskalasi 10%. Di India di tetap kan 15% yang ditanggung kontraktor, eskalasi dilakukan setiap tiga bulan sekali.

LATAR BELAKANG
Pada bulan Mei 2008 Pemerintah RI menaikkan harga BBM sebesar hampir 30%, akibat kenaikan harga minyak mentah dunia mencapai US$ 147 per barrel (tahun 2007 US$ 80 per barrel). Dengan asumsi bahwa harga minyak pada APBDP 2008 adalah sebesar US$ 95 per barrel (Media Indonesia, 18 Oktober 2008).
Akibat hal itu berpengaruh terhadap biaya produksi, transportasi dan harga barang yang ada di pasaran meningkat sebesar 20%-50%. Termasuk material konstruksi, harga semen semula Rp. 37.000,-/Zak naik menjadi Rp. 47.000,-/Zak, harga Besi KS yang semula Rp. 7.900,-/Kg naik menjadi Rp. 12.500,-/Kg, batu bata semula Rp. 350,-/buah menjadi Rp. 700,-/buah dan harga-harga bahan lainnya yang mengalami peningkatan cukup signifikan.
Dampaknya para kontraktor menuntut pemerintah untuk merealisasikan eskalasi nilai proyek jasa konstruksi yang dikerjakan sebelum kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Mei 2008 lalu. Saat ini kebijakan eskalasi masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan karena terkait dengan penggunaan dana dalam APBN 2008.

Related posts

Leave a Comment